SUBANG, TINTAHIJAU.com — Libur panjang Idul Fitri memang membawa keberkahan bagi para pedagang nanas di kawasan Subang Selatan. Di tengah derasnya arus wisatawan yang memenuhi jalur wisata tersebut, penjualan nanas meningkat drastis hingga 10 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Dari pagi hingga sore, deretan pedagang terlihat memenuhi pinggir jalan mulai dari perbatasan Bandung Barat-Subang, kawasan Ciater, Jalan Cagak, hingga Jalur Cijambe. Warung sederhana ini menjadi tempat singgah favorit wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Subang.
Aroma segar nanas yang tercium di sepanjang jalan seolah menjadi penanda khas kawasan ini. Tak sedikit kendaraan yang sengaja menepi, sekadar untuk membeli buah segar berwarna kuning cerah yang terkenal manis dan berair.
Subang Selatan sudah lama dikenal sebagai kawasan wisata unggulan. Udara pegunungan yang sejuk dan panorama alam yang indah membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi, apalagi saat musim liburan panjang seperti Idul Fitri.
Salah satu wisatawan asal Tangerang, Banten, Sahrani mengaku selalu menyempatkan diri untuk membeli nanas setiap melintasi jalur tersebut.
“Dari Tangkuban Perahu mau balik ke Serang, sekaligus beli oleh-oleh. Beli nanas, kerupuk, nanti juga beli tapai. Tiap ke sini pasti beli nanas. Lumayan ramai, kami juga datang rombongan bus,” tuturnya.
Di sisi lain, para pedagang merasakan lonjakan penjualan yang sangat signifikan. Ade, salah satu pedagang nanas, mengatakan dalam sehari ia bisa menjual nanas hingga beberapa kuintal.
Alhamdulillah penjualan lancar, pembelinya banyak. Sehari bisa empat sampai lima kuintal, bahkan lebih. Kalau di hari biasa maksimal satu kuintal, itu juga biasanya hanya akhir pekan. Kalau libur lebaran meningkat drastis, ”ujarnya.
Harga nanas relatif terjangkau, berkisar Rp5.000 hingga Rp20.000 per buah. Bahkan, pedagang menawarkan paket hemat seperti tiga potong seharga Rp 50.000 yang banyak diminati wisatawan.
Menariknya, nanas dengan harga paling ekonomis justru menjadi favorit. Wisatawan cenderung membeli dalam jumlah banyak, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dibagikan kepada keluarga dan kerabat.
Tak hanya buah segar, aneka olahan nanas juga laris manis. Mulai dari dodol nanas, keripik nanas, hingga coklat nanas menjadi alternatif pilihan oleh-oleh khas yang tak kalah populer.
Momentum libur lebaran nampaknya menjadi “musim panen” kedua bagi para pedagang. Di tengah padatnya arus wisatawan, manisnya nanas Subang tak hanya memanjakan lidah wisatawan, tapi juga mendatangkan rejeki melimpah bagi para pebisnis lokal.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.