JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Penyelenggaraan Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya (SS), mengambil langkah mengejutkan setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026. Melalui penasihat hukumnya, Sony menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan diri sebagai kolaborator keadilan (JC) mengungkap keterlibatan aktor besar lainnya dalam skandal megaproyek ini.
Keputusan ini diambil setelah Sony menjalani pemeriksaan maraton oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung pada Kamis (4/6) malam lalu. Sony membenarkan keinginannya untuk bekerja sama sebagai saksi pelaku langsung di hadapan penyidik.
“Tadi malam dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) disebutkan Pak Sony kolaborator keadilan. (Itu) sebenarnya dia sampaikan sendiri ke penyidik,” kata Krisna Murti, kuasa hukum Sony Sonjaya, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/6), seperti dilansir Di antara.
Berdasarkan keterangan resmi Mahkamah Agung, statusnya kolaborator keadilan dirinya merupakan tersangka, terdakwa, atau terpidana yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap tindak pidana dalam kasus yang sama. Langkah ini diambil Sony dengan tujuan utama membersihkan namanya dari tudingan sebagai dalang utama kejahatan ini.
Krisna Murti mengungkapkan kliennya merasa dipojokkan dan dijadikan kambing hitam dalam konflik program nasional ini. Dalam proses hukum yang berjalan, Sony kerap dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan praktik penjualan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang akrab disebut “dapur” pemenuhan gizi.
Namun kuasa hukum membantah keras tudingan tersebut. Krisna mengatakan, ada tekanan dari tokoh-tokoh berpengaruh di balik kebijakan yang menyeret kliennya tersebut.
“Dia dilirik nama-nama besar, nanti dia bilang sendiri lho. Nanti di persidangan nanti dia cerita. Bahwa dia ditekan, otaknya bukan miliknya lho. Jangan dikira dia yang jual dapur,” jelas Krisna menjelaskan kondisi kliennya.
Krisna menambahkan, untuk meresmikan permohonan tersebut, tim kuasa hukum rencananya akan mengirimkan surat resmi permohonan ke Jampidsus Kejaksaan Agung pada Senin (8/6) pekan depan. Melalui langkah JC, Sony berjanji akan membeberkan nama-nama tokoh besar yang diduga berperan dalam persidangan nanti.
Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.tvKejaksaan Agung resmi menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan program strategis nasional ini.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi dalam jumpa pers, Rabu (3/6/2026) sore menyatakan ketiga tersangka tersebut adalah:
- Dadan Hindayana (DH)selaku mantan Kepala BGN.
- Sony Sonjaya (SS)selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.
- Lodewyk Pusung (LP)selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Dukungan Organisasi dan Kelembagaan.
Tim penyidik menetapkan saudara DH selaku Kepala Badan Gizi Nasional, Saudara SS selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dan saudara LP selaku Deputi BGN Bidang Dukungan Organisasi dan Kelembagaan sebagai tersangka, kata Syarief dalam siarannya. Berita Terkini KompasTV.
Kasus korupsi yang menimpa lembaga baru ini langsung menimbulkan kekhawatiran keras di kalangan masyarakat. Berbagai aliansi masyarakat seperti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bahkan menilai, sejak awal rancangan program Makan Bergizi Gratis sudah bermasalah dari segi tata kelola sehingga rawan penipuan.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.