KUTIPAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi yang bertujuan untuk memperkuat sinergi organisasi. Terletak di Pantai Tige Berlian, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Sabtu (24/1/2026), pagi.
Mengusung tema, Penguatan Konsolidasi Olahraga Menuju Porprov ke-6 Tahun 2026 di Tanjungpinang yang melibatkan seluruh pengurus olahraga se-Kabupaten Lingga.
Rakor KONI dibuka atas nama Bupati Lingga, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga, Drs. Zainal Abidin, M.Pd mengatakan, Rakor KONI Lingga ini merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam rangka persiapan Porprov keenam tahun 2026 di Tanjungpinang.
“Pemerintah daerah dalam hal ini sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi yang luar biasa atas langkah antisipatif yang telah disiapkan KONI Lingga,” kata Zainal dalam sambutannya saat membuka rapat koordinasi KONI Lingga.
Zainal menjelaskan, seperti diketahui KONI merupakan wadah organisasi sesuai AD/ART yang dimilikinya yang bertugas membina dan memberikan pembinaan. Artinya, ketika mengetahui tujuan KONI, maka masing-masing pengurus bertanggung jawab terhadap cabang olahraga yang diawasinya.
Zainal melanjutkan, tanpa latihan keras dan kedisiplinan yang tinggi bagi pengurus dalam memberikan pembinaan kepada atlet, target tersebut tidak mungkin tercapai, oleh karena itu pagi ini dilakukan rapat koordinasi secara substansi untuk persiapan konsolidasi dan evaluasi.
“Kita bukan bicara retorika dan mimpi palsu, tapi kita sudah mulai bicara fakta cabang olahraga mana yang dianggap mumpuni, tapi itu kenyataannya dengan anggaran yang terbatas, jadi kemarin kita turunkan tiga atlet, mungkin hanya tersisa satu, tapi semua tergantung pertemuan ini, dan saya berharap apapun keputusan yang diambil nanti bisa kita terima dengan lapang dada, ”jelas Zainal.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lingga Junaidi Adjam mengatakan, rakor tersebut digelar untuk melakukan konsolidasi cabang olahraga yang selama ini terlihat vakum. Baik dalam bidang organisasi maupun dalam bidang pembinaan dan pelatihan.
Jadi rakor ini untuk memberikan pencerahan dan menguatkan semangat mereka untuk membina atlet-atlet dari masing-masing cabang olahraga di seri kita untuk mempersiapkan diri menghadapi Proprov VI pada September 2026 yang akan dilaksanakan di Tanjungpinang, kata Junaidi.
Junaidi mengatakan, tentu saja apapun yang terjadi hari ini mengacu pada provinsi-provinsi sebelumnya dan tentunya ada optimisme yang tinggi. Meski tidak semua cabor, namun sebagian besar cabor yang disiapkan setidaknya bisa bersaing dengan 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepri dan itu menjadi harapan terbesar KONI Lingga.
“Saya yakin dengan adanya cabang-cabang olahraga ini tentunya mempunyai semangat, motivasi dan kemauan yang kuat agar cabang-cabang olahraga yang dipimpinnya dapat memberikan kontribusi positif dan memberikan medali kepada daerah ini pada saat Proprov,” kata Junaidi.
Kata Junaidi, rakor ini menyatukan persepsi bahwa KONI masih eksis dan masih konsisten dan solid, sehingga sebagai organisasi yang menaungi cabang-cabang olahraga itu sendiri setidaknya bisa memberikan motivasi dan pembinaan bagi cabang-cabang olahraga yang nantinya bisa terlibat dan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi.
Junaidi juga menjelaskan, pada prinsipnya keinginan KONI agar ada 130 atlet bisa meningkat baik itu cabor maupun atlet. Namun saat ini belum ada gambaran mengenai cabang-cabang olahraga tersebut, dari hasil melihat RAB yang disusun ketika MPHD yang dikeluarkan Bupati harus diselaraskan, sehingga KONI tidak ingin MPHD yang diterbitkan tidak sinkron dengan RAB yang dibuat KONI.
Artinya, kalau ada proses, ada peluang kita usulkan tambahan cabang olahraga atau atlet, tentu kita laksanakan. Tapi berdampak pada permasalahan ofisial dan pelatih juga akan bertambah, ada juga permasalahan yang akan kita hadapi, termasuk dampaknya pada akomodasi, transportasi dan lain-lain, kata Junaidi.
Junaidi juga mengatakan KONI hanya organisasi yang membawahi olahraga. Mengenai legalitas struktur organisasi itu sendiri, kewenangan penuh diserahkan kepada pihak cabor, namun setelah mereka mengadakan musyawarah dan membentuk kepengurusan, KONI hanya merekomendasikan agar diusulkan kepada Pengprov Provinsi untuk mengeluarkan keputusan dari Pengurus Provinsi itu sendiri, KONI tidak mencampuri persoalan yang berkaitan dengan legalitas kepengurusan di masing-masing cabang olahraga.
“Jadi ikut Porprov ini kita ikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia provinsi, yang penting legalitas kepengurusannya harus sah, dan legalitas itu bukan di tingkat KONI kabupaten tapi di tingkat Pengprov KONI provinsi, selain itu kita juga akan berhubungan dengan kondisi lain seperti umur atlet dan lain-lain,” pungkas Junaidi.
“Kami berharap masing-masing cabor sudah melakukan upaya verifikasi, evaluasi sekaligus melihat sejauh mana persiapan dari cabor itu sendiri, ada tidaknya calon atlet yang dirujuk ke Provinsi Bintan kemarin, untuk itu kita serahkan semuanya pada cabor,” imbuh Junaidi.
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.