KUTIPAN – Tak terima putrinya mendapat perlakuan kasar dan intimidasi di tempat kerja, orang tua bernama Feri Setiawan dan anaknya resmi melapor ke Polsek Tanjungbalai Karimun pada Rabu (11/3/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan dan pengancaman yang dilakukan pria berinisial TW terhadap putrinya, Y.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/3/2026) di Kantor BPR Tuah Karimun, tempat korban bekerja sebagai teller. Menurut keterangan Feri berdasarkan cerita putranya, kejadian bermula saat terlapor (TW) masuk ke ruang teller dan menggunakan mesin hitung uang untuk keperluan pribadi.
Melihat hal tersebut, korban mencoba menegur responden. Namun teguran itu justru memicu emosi TW. Terlapor keluar ruangan, namun kembali lagi sambil melontarkan kata-kata kasar kepada korban di hadapan rekan lainnya.
“Terlapor mengumpat anak saya dengan kata-kata kasar. Tak hanya itu, dia juga berusaha memukul namun dipisahkan oleh rekan kerjanya yang lain. Setelah dipisahkan, dia malah melempar alat tulis ke arah anak saya,” kata Feri Setiawan saat ditemui media ini, Kamis (09/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, Y mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam. Feri mengatakan, anaknya tidak masuk kerja karena merasa takut dan risih bertemu dengan terlapor di lingkungan kantor.
“Sampai saat ini anak saya masih trauma melihat terlapor. Kondisi tempat kerja tidak kondusif baginya,” tambah Feri.
Polsek Balai Karimun sudah menerima laporan tersebut dan mulai melakukan penyelidikan.
Feri Setiawan berharap manajemen BPR Tuah Karimun dapat menindak tegas oknum pegawai yang melakukan tindakan tercela tersebut. Ia pun mengimbau agar proses hukum di Polri segera dilakukan demi memberikan rasa aman bagi anaknya.
Harapan saya BPR mengambil kebijakan tegas sesuai aturan karena ini unsur pidana. Bagi Polri, saya berharap kasus ini segera diproses sesuai aturan yang berlaku agar keadilan bisa ditegakkan, tutupnya.
Sementara itu, dilansir TW, saat dikonfirmasi media dalam pertemuan di salah satu kedai kopi kawasan Poros Karimun, Jumat (10/4/2026) malam, malah menantang awak media tersebut.
TW merasa tidak bisa diterima karena permasalahan ini akan dimuat di media massa. Saat ditanya awak media terkait masalah ini dan apa maksud TW, mereka menjawab akan meretas seluruh media yang ada di Karimunjawa. TW justru marah dan mengajak awak media bertengkar.
“Saya bilang begitu, kenapa? Kalau tidak suka ya kita lawan saja,” kata TW dalam pertemuan tersebut.
Atas hal tersebut, Ary, salah satu awak media di lokasi mengaku geram. Menurutnya, TW menganggap remeh kinerja jurnalistik.
Termasuk ancaman terhadap media, karena dia dengan jelas mengakui dan menegaskan bahwa dia akan meretas seluruh media di Karimunjawa. Dia juga mengajak awak media yang ada di sana untuk melawan. Saya saksi, saya dengar sendiri dan ada rekaman CCTV, kata Ary.
Ary mengatakan, jelas awak media yang ingin mengonfirmasi kepada TW terkait kasus tersebut telah patuh dan menjalankan kinerja jurnalistiknya secara profesional dan ‘independen’.
“Awak media sudah minta konfirmasi, tapi kenapa alih-alih memberikan hak jawab kepada TW, mereka jelas-jelas menantang,” ujarnya.
Ary meminta yang bersangkutan “TW” segera meminta maaf kepada media.
“Jangan berasumsi dia punya ilmu IT, jadi mau berbuat seenaknya, apalagi terhadap media massa. TW harus segera meminta maaf dan memberikan penjelasan,” tutupnya.
(Ami)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.